Conversation

Teman-teman, sebenarnya bahasa Inggris itu tidak terlalu sulit seperti apa yang sering kita bayangkan. Aku sudah pernah posting bagaimana caranya atau tips-tips agar bahasa Inggris kita lancar. Salah satunya adalah, forget about grammar!.

Kenapa kita harus melupakan grammar? Bukankah grammar itu penting ya?.

Well, aku review sebentar ya. Dalam belajar bahasa, terutama bahasa Inggris, kita lupakan dulu dengan ratusan atau bahkan jutaan aturan dalam membuat kalimat karena the most important thing is speaking. Ketika kita masih kecil dan baru belajar ngomong, aku yakin deh kita pasti diajarin ngucapin dulu alias ngomong. Kayaknya gakda dehh orang tua yang langsung ngajarin cara bikin kalimat yang bener saat kita berbicara. Iya kan?.

Nah, karena itulah, saat kita mempelajari bahasa asing yang notabennya bukan bahasa sehari-hari kita, sebaiknya kita lupakan dulu yang namanya peraturan-peraturan dalam membuat kalimatnya yang baik dan benar. Yang lebih kita fokuskan adalah berbicara.

Bagaimana sih supaya kita bisa ngomong bahasa Inggris kayak Om / Tante Bule-bule gitu?

Sobat, salah satu caranya adalah dengan kita menirukan. Setelah kita meniru, coba kita praktekkin dehh dalam keseharian kita secara terus menerus. Dengan begini, aku yakin kalian bakal cass ciss cuss kayak si bule. “Here is I wrote a dialogue, so u can try it and practice it, here we go!”.

Counselor:
I don’t understand why you’re getting behind in your classes.
(Ibu tidak mengerti kenapa kamu sekarang mulai ketinggalan dalam pelajaranmu.)

You owe me an explanation.
(Kamu harus menjelaskannya sama Ibu.)

You:
I’m sorry I can’t, Ma’am.
(Maaf gak bisa, Bu.)

Counselor:
Any reason?
(Kenapa?)

You:
I just can’t.
(Gak aja, Bu.)

Counselor:
Look, I’m your counselor.
(Begini, ya. Ibu kan guru BP-mu)

I want to help you get out of your problem.
(Ibu ingin menolongmu keluar dari masalahmu.)

You:
I don’t think you can help me, Ma’am.
(Saya pikir Ibu gak bisa nolongin saya.)

This is not your problem.
(Ini bukan masalah Ibu.)

Counselor:
You trust me and I trust you.
(Kamu percaya saja sama Ibu dan Ibu percaya kamu.)

You:
You won’t tell any other ones about this, will you?
(Ibu gak akan cerita ini sama yang lain, kan?)

Counselor:
You have my words. Okay?
(Ibu janji sama kamu. Ya?)

You:
Okay, I trust you.
(Baik, saya percaya Ibu.)

But, do you really want to listen to me?
(Tapi benar Ibu mau dengerin saya?)

Counselor:
I’ve said I’m your counselor.
(Sudah Ibu bilang Ibu ini guru BP-mu)

I have to listen to you.
(Ibu harus mendengarkanmu.)

Come on, you can confide in me.
(Ayo, kamu bisa curhat sama Ibu.)

You:
You know I just don’t feel like staying home.
(Ibu mesti tahu kalau saya tidak ingin
tinggal di rumah.)

Counselor:
Tell me why?
(Kenapa?)

You:
I’m getting bored with their quarrels.
(Saya bosan dengan pertengkaran mereka.)

I mean my mom and dad.
(Maksud saya ibu dan ayah saya.)

They never get along fine with each other.
(Mereka ngak pernah akur.)

It’s a real bother to me.
(Ini benar-benar mengganggu saya.)

Counselor:
I’m sorry for you.
(Ibu ikut prihatin sama kamu.)

Now, listen to me.
(Sekarang begini saja.)

You just keep your courage for your study.
(Kamu tetap saja semangat belajar.)

I’ll try to help you get out of this all. Okay?
(Ibu akan berusaha menolongmu keluar dari masalah ini. Ya?)

You:
I really appreciate your help, Ma’am.
(Saya sangat menghargai bantuan Ibu.)

But I’d like to know how you’d help me.
(Tapi saya ingin tahu bagaimana caranya Ibu mau menolong saya.)

Counselor:
I’ll think about it and let you know afterwards. Okay?
(Ibu akan pikirkan caranya, setelah itu Ibu beri tahu kamu. Ya?)

You:
Okay. I hope you can make it.
(Ya. Mudah-mudahan Ibu berhasil.)

Thank you.
(Terima kasih.)

Counselor:
Likewise.
(Sama-sama.)

Emilya Oktarina

SpeakOut Prabumulih

Latest posts by Emilya Oktarina (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

[+] kaskus emoticons nartzco


Yuk kita share...