Tips Menghadapi Cuaca Buruk Saat Di Gunung By UKM Mapala Pajarpala

Dalam aktifitas alam terbuka yang sering dilakukan terdapat beberapa resiko yang cukup besar yang mungkin terjadi, resiko merupakan hal yang tak terpisahkan dalam setiap aktifitas manusia misalkan mendaki gunung. Pendaki sering kali berada dalam kondisi cuaca yang kurang baik bahkan buruk, banyak kecelakaan yang berujung kematian yang diawali oleh cuaca yang buruk.

img_5

Hutan rimba merupakan tempat yang memiliki kondisi tak terduga, namun disitulah seni berpetualang ada, dimana besarnya resiko bukan menjadi penghalang bagi peminat kegiatan outdoor . yang terpenting adalah mengerti prinsip-prinsip penjelajahan resiko dapat diminimalisasi, untuk menghindari kecelakaan pendaki saat terjadi cuaca buruk maka pendaki perlu melakukan antisipasi seperti:

  1. Memastikan bahwa peralatan yang dibawa dan dikenakan sesuai standard keselamatan dan bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi. contoh, gunakan sepatu trekking yang melindungi mata kaki dan sol yang mampu mencenkeram tanah, tenda untuk perlindungan, pakaian yang cepat kering dan ringan, peralatan memasak yang juga bisa dimanfaatkan untuk menghangatkan badan, dan pisau untuk keadaan survival, pastikan pula bahwa pendaki mampu menggunakan peralatan itu dengan baik.
  2. Manfaatkan prakiraan cuaca yang bisa diakses di BMKG, pelajari juga tren cuaca yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
  3. Sebelum melakukan perjalanan pastikan bahwa medan yang akan dilalui sudah dikenali, jika belum kenal medan maka ajak orang yang sudah kenal medan, atau lengkapi diri dengan peralatan navigasi.
  4. Jangan melanggar kearifan lokal yang berlaku di tempat tersebut.
  5. Sebaiknya jangan melakukan perjalanan sendirian, ajak teman lain dan jangan terpisah dari rombongan.

Jika cuaca buruk sudah terjadi maka yang perlu dilakukan adalah:

  1. Biasanya cuaca buruk akan didahului oleh tanda-tanda alam seperti mendung tebal, halilintar, dan perilaku hewan, misal serangga dan burung-burung yang tiba-tiba menghilang atau tidak bersuara, jika sudah terjadi hal tersebut maka segera cari tempat yang aman, dirikan tenda atau buat perlindungan dan segera istirahat. Jangan beristirahat di bawah pohon yang rapuh atau di bawah tebing yang rawan longsor, atau di daerah aliran air, atau di daerah lintasan hewan.
  2. Jika cuaca buruk tiba-tiba datang dan belum sempat membuat perlindungan misal kabut tebal, maka lebih baik berhenti sambil melakukan observasi, jangan panik, dan setelah memperoleh tempat yang baik segera membuat tempat perlindungan.
  3. Gunakan jas hujan/ponco ketika hujan lebat datang tiba-tiba untuk melindungi diri sambil menunggu mendirikan tenda/tempat perlindungan.
  4. Jika tidak mungkin untuk mendirikan tenda dan cuaca semakin buruk maka pilihan terbaik adalah kembali pulang melalui jalan yang sudah dikenali.

Penulis : Yohana (UKM Mapala Pajarpala) 

Galeri Foto : 

2 comments

  1. terimakasih kak untuk tips tips nya

  2. terimakasih kak untuk tips tips nya kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Yuk kita share...